Prahara gerakan mahasiswa, tumpang tindih mengurai sensasional problema kampus pada arus ini berjalan dengan lajur tak beraturan. Hari ini dua komponen kelembagaan mahasiswa dengan entitas BEM Universitas dan aliansi BEM fakultas di universitas jember berada pada nadir sikap yang berbeda, polarisasi sikap berorientasi pada politik eksisistensi, masing-masing figur meralakan diri untuk memecah barisan mahasiswa serta mengenyampingkan  substansi perjuangan mahasiswa yang kritis terhadap anasir kekeliruan yang diperagakan kekuasaan.

Hari ini permasalahan yang dijadikan sebagai kambing hitam adalah hasil survei terkait terpaparnya mahasiswa universitas jember oleh paham radikal, survei tersebut diambil dari hasil riset oleh Alvara Research Center pada tahun 2017 lalu menyebutkan presentase mahasiswa yang setuju dengan negara Islam dan perlu diperjuangkan untuk penerapan islam secara kaffah mencapai angka 23,5% lebih tinggi dibanding pelajar (16,3). Ditambah lagi hasil riset oleh SETARA Instituse for Democrasi and Peace pada tahun 2019, menyebutkan sebanyak 10 perguruan tinggi dan 39% mahasiswa terpapar radikal oleh Direktur Riset setara Institute.

Data diatas kemudian yang menjadikan prahara mahasiswa universitas jember muncul antara pihak yang memperjuangkan dan pihak yang mengingikan kondusifitas, aroma eksistensi deras sekali muncul dari kedua pihak. Bagaimana mungkin dalam kelembagaan mahasiswa yang bergerak pada zona vertikal dan horizontal secara mendadak memunculkan penolakan atas respon kelembagaan mahasiswa untuk menuntut kebenaran serta bersihnya radikalisme di kampus UNEJ.

Perlu dilihat bahwasanya ada sedikit keganjalan yang muncul dari kedua elemen organisasi mahasiswa yang mengambil panggung, sarat atas kepentingan dan intervensi luar biasa bukanlah hal yang tabu untuk semua kalangan seperti ketika kita lihat konstelasi gerakan yang berlangsung di Indonesia pada saat masa pergerakan, tidak sedikit organisasi kepemudaan yang memperjuangkan satu perihal karena tujuan tertentu, salah satunya ketika komunis Indonesia memperjuangkan kepentingan-kepentingan rakyat notabene komunis indonesia ingin membumikan ideologi komunis di Indonesia atas kendali komintern, di sisi lain aparatur represif pemerintahan mengambil langkah melawan komunis Indonesia karena terlalu radikal dalam kehidupan kenegaraan tetapi berdasarkan hal tersebut kita juga harus lihat bagaimana peran CIA dalam membantu agenda perlawanan aparatur represif negara.

Kondisi tersebut sedikit sama ketika kita melihat parade keriuhan organisasi mahasiswa universitas jember, antara pencarian pengakuan oleh mahasiswa atas komitmen perjuangan hak-hak mahasiswa dan ke-idealitas-an sistem birokrasi vs perwajahan atas agenda regenerasi dan kapitalisasi kepercayaan konstelasi pimpinan pemerintahan, anasir-anasir tersebut lantas tidak bisa kita nisbihkan karena dalam realitasnya adanya kelembagaan organisasi mahasiswa har ini sama-sama menjalin hubungan vertikal yang mencerminkan kemesraan.

Aksentuasinya adalah ketika BEM Universitas Jember berusaha tidak hanya menjadi Event Organizer dengan mengusungkan sikap menuntaskan hasil riset radikalisme yang perlu perhatian kolektif, sehingga terciptanya atmosfir akademik intelektual yang lebih humanis, justru disikapi dengan sikap penolakan yang paradoks dengan dalih “masih banyak masalah lain yang harus diperjuangkan”.

Apakah perjuangan mahasiswa yang berlandaskan anasir kritis dapat kita korbankan untuk ini? Sangat sayang sekali jika mahasiswa dewasa ini mengalami kedilemaan atas sikap yang diambil sehingga memunculkan absurditas yang absolut.

Sikap-sikap yang diambil tidak bisa dimunculkan kepermukaan sehingga berdampak pada organisir dukungan atas laju kepentingan.

Mana yang patut disalahkan atau apa yang harus diperbaiki menjadi hal tabu yang seakan sangsi dibicarakan, sangat besar sekali degradasi yang menimpa intelektualitas mahasiswa dalam analisis-analisis permasalahan yang ada. Pekikkan semangat perlawanan dan mari gerakkan pikiran untuk bersikap pada agenda yang benar-benar syarat atas kepentingan idealitas mahasiswa.

Salam Mahasiswa!!!!!

Merdeka!!!!!!!

#kupastuntasradikalisme

 

Penulis: Ihsan

Editor: Lathif

By Admin

Leave a Reply